Logo Saibumi

Perlu di Cermati, Begini Efek Minyak Rem Pada Brake Pad

Perlu di Cermati, Begini Efek Minyak Rem Pada Brake Pad

Saibumi.com, Bandar Lampung - Rem adalah suatu peranti untuk memperlambat atau menghentikan gerakan roda. Karena gerak roda diperlambat, secara otomatis gerak kendaraan menjadi lambat. Rem menjadi salah satu komponen pada kendaraan yang memegang peran sangat penting. Tanpa fitur ini, laju kendaraan tidak bisa diperlambat. 

Cara kerja rem cukup sederhana. Kampas akan ditempel pada piringan yang ikut berputar bersama roda. Semakin erat kampas menempel, maka laju kendaraan akan semakin menurun.

Pentingya Brake Pad

BACA JUGA: Jangan Masukan Jaket Ke Dalam Helm Berkeringat, Kalau Nekat Resikonya Tanggung Sendiri

Komponen penting pada pengereman kendaraan yang sudah menggunakan disk brake adalah kampas atau brake pad, kaliper dan minyak rem atau brake fluid. Ternyata minyak rem menjadi hal paling penting, karena yang membantu penekanan piston di kaliper saat ingin mencengkeram disk. 

Dan jika minyak rem berkurang, cara mudahnya adalah hanya dengan menambahkannya. 

Tapi, beberapa pabrikan menganjurkan tidak sekadar menambahkan minyak rem. Jika sudah berkurang perlu melakukan pengurasan di kilometer tertentu. Kenapa? 

Karena pengurasan minyak rem memang wajib dilakukan setiap 20-30 ribu kilometer atau dua tahun yang memasuki tahap kedua perbaikan berkala. Kalau bicara soal teknis minyak rem, ada hukum fisikanya yang berlaku yaitu, higroskopis yang mana zat atau minyak rem dengan iklim Indonesia yang tingkat kelembapannya tinggi, mampu mengikat air dari udara atau lingkungan sekitar, maka otomatis akan terkontaminasi. Secara kasat mata tidak terlihat, orang awam bilang pasti minyak rem bersih. Padahal tanpa disadari sudah terkontaminasi. 

Efeknya jika minyak rem terkontaminasi air, otomatis akan terjadi penguapan, dan tidak maksimal saat menekan piston kaliper, biasanya orang bilang rem blong. 

Kampas rem dan brake disk, akan menimbulkan efek panas jika sudah bergesekan dan selanjutnya panas itu bisa sekitar 200 derajat yang akan ditransfer ke piston kaliper. 

Ketika minyak rem sudah terkontaminasi air, dan kemudian minyak ingin menekan piston, air akan berubah menjadi uap karena telah mendidih. 

Untuk kendaraan bermotor yang dikendalikan dengan membutuhkan rem keras atau hard braking, bisa terbayang berapa panas yang ditimbulkan. Jika ada istilah rem nge-loss atau rem blong, bisa dipastikan itu terjadi karena di dalam minyak rem ada air yang menguap.! Tutup Fredy Ranto Kurniawan selaku Kepala Bengkel Ahass Astra Motor Natar.(SB05)

BACA JUGA: Jangan Masukan Jaket Ke Dalam Helm Berkeringat, Kalau Nekat Resikonya Tanggung Sendiri

Saibumi.com

merupakan portal berita Indonesia, media online Indonesia yang fokus kepada penyajian berbagai informasi mengenai berita online Indonesia baik dalam bentuk news (berita), views (artikel), foto, maupun video.

Newsletter Saibumi

BERLANGGANAN BERITA